Jum'at, 06 Juni 2014 13:48 wib | Arief Aszhari - Okezone
F: Toyota Prius (Arief A/Okezone) JAKARTA- Saat ini pengembangan terkait mobil hemat energi dan ramah lingkungan berteknologi tinggi seperti listrik, hybrid, dan gas memang tengah gencar dilakukan produsen automotif dunia. Bahkan rencana tersebut bakal bisa terlaksana dalam dua atau tiga tahun ke depan.
Namun, teknologi hybrid ini memang masih terbilang mahal, terlebih untuk negara berkembang seperti Indonesia. Diyakini, tren mobil hybrid bisa berkembang lebih cepat saat produsen komponen mobil listrik atau mobil hybrid mampu menciptakan komponen yang lebih murah.
"Untuk harga mobil hybrid memang masih 40 persen lebih mahal dari mobil biasa. Jadi jika dikasih intensif apapun masih mahal, jadi kita tunggu sampai komponen lebih murah baru kita ambil," papar Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin, Budi Darmadi, di Tambun, Bekasi, Jawa Barat.
Lebih lanjut Budi mengatakan, saat ini memang ada salah satu produsen komponen dunia yang tengah mengembangkan komponen motor listrik dan baterai yang lebih kecil dan murah. Jadi dengan adanya komponen tersebut, akan menekan harga untuk mobil-mobil hibrida dan listrik.
"Jika menurut teman-teman, dua tiga tahun lagi akan ada produk baterai yang lebih kecil, mesin listrik yang lebih kecil dan itu menekan harga. Jadi jika komponen tersebut sudah ada, misalkan saat ini 40 persen lebih mahal bisa jadi 25 persen lebih mahal. Cukup lah," tutup Budi. (ian)
Anda sedang membaca artikel tentang
2-3 Tahun Lagi, Mobil Hibrida Makin Berkembang
Dengan url
http://automaklanic.blogspot.com/2014/06/2-3-tahun-lagi-mobil-hibrida-makin.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
2-3 Tahun Lagi, Mobil Hibrida Makin Berkembang
namun jangan lupa untuk meletakkan link
2-3 Tahun Lagi, Mobil Hibrida Makin Berkembang
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar