SHANGHAI – Protes anti-Jepang sedang melanda China akibat memanasnya hubungan antar kedua negara tersebut. Sektor automotif juga terkenda dampak dari permasalahan ini.
Penjualan pabrikan asal Jepang merosot di Negrei Tirai Bambu. Sebaliknya, penjualan mobil non Jepang seperti pabrikan asal Amerika Serikat mampu meningkat. General Motors dan Ford mencatat kenaikan penjualan.
Bulan lalu, GM menjual 251.812 mobil dan minvan di China. Angka ini baik 14 persen dibandingkan penjualan GM pada bulan yang sama tahun 2011. Sementara, Ford mampu menjual 60.518 unit, atau naik 48 persen dibandingkan Oktober 2011.
Secara keseluruhan, Ford dan GM ini memang mengambil keuntungan besar dalam dua bulan terakhir, akibat dari protes anti-Jepang, yang sudah terjadi sejak pertengahan September.
"Pengaruh pada mentalitas konsumen di China ini bisa bertahan lama. Dan ini adalah berita buruk bagi OEM Jepang dan kabar baik bagi produsen Jerman dan Amerika," kata Lin Huaibin, analis Shanghai IHS Automotive.
Penjualan Toyota di China turun 44 persen pada Oktober, setelah juga mengalami penurunan 49 persen pada September. Honda dan Nissan juga melaporkan penurunan penjualan di bulan lalu.
Sebaliknya, penjualan Buick naik 7,7 persen menjadi 60.510 unit, dan Cadillac meningkat 20 persen menjadi 2.491 unit. Ford melaporkan telah menjual 33.614 varian Fokus dan mengumumkan akan memperkenalkan dua SUV baru di China, Ford Kuga dan EcoSport dalam waktu dekat.
(zwr)
Anda sedang membaca artikel tentang
Amerika Ambil Keuntungan dari Konflik China-Jepang
Dengan url
http://automaklanic.blogspot.com/2012/11/amerika-ambil-keuntungan-dari-konflik.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Amerika Ambil Keuntungan dari Konflik China-Jepang
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Amerika Ambil Keuntungan dari Konflik China-Jepang
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar