Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Alasan Kia Tak Ikutkan Picanto Morning ke LCGC

Written By Unknown on Jumat, 31 Januari 2014 | 17.36

JAKARTA – Kia Mobil Indonesia (KMI) sudah merancang strategi untuk mengarungi 2014 ini, dengan melahirkan Picanto Morning. Varian low city car ini akan dijadikan andalan baru Kia di dalam segmen yang cukup riuh.

 
Kia sudah memposisikan Picanto Morning buat berhadapan dengan model-model Low Cost Green Car atau mobil murah ramah lingkungan, seperti Daihatsu Ayla, Toyota Agya, Honda Brio Satya, Suzuki Karimun Wagon R dan Datsun Go.
 
Hanya saja Kia masih berada di luar lingkaran LCGC, atau dengan kata lain tidak ikut menikmati subsidi pajak yang diberikan Pemerintah buat mengurangi harga jual.
 
"Tidak, kami tidak masuk ke dalam LCGC. Perlu diketahui proses untuk ikutan berada di jalur LCGC sangat panjang. Kia belum bisa bermain di sana, dan principal di Korea Selatan juga belum melirik itu," jelas Direktur Pemasaran KMI, Hartanto Sukmono, beberapa waktu lalu.
 
Hartanto menambahkan, KMI sendiri saat ini masih berstatus sebagai distributor resmi di Indonesia. Banyak persyaratan yang harus dipenuhi bila ingin bermain di sektor LCGC, seperti membuka pabrik perakitan sendiri dengan lokal konten di atas 80 persen.
 
"Saat ini kami hanya sebatas distributor yang menyuplai penjualan. Kami belum memproduksi secara utuh di sini. Itu butuh proses yang panjang,' lanjut Hartanto.
 
Sedikit dibocorkannya, harga jual Kia Picanto Morning tidak akan jauh-jauh dari harga varian LCGC yang sudah beredar.
(zwr)
17.36 | 0 komentar | Read More

McLaren P1 Seken Warna Kuning Ini Dijual

LONDON – Satu unit dari McLaren P1 berwarna kuning, ditawarkan kepada peminatnya dengan status mobil bekas.

 
Apakah Anda termasuk salah satu peminat McLaren P1 yang tidak kebagian pemesanan? Jangan putus asa karena supercar hybrid ini bisa didapatkan dengan status seken.
 
Seperti McLaren P1 berkelir kuning yang sedang mencari pemilik baru. P1 ini menggunakan nomor sasis 34. P1 tersebut dimiliki oleh diler Saudi McLaren, Alghassan Motors. Harga yang diminta adalah seebsar 1,5 juta Euro.
 
Versi produksi dari McLaren P1 telah resmi diluncurkan pada ajang Jenewa Motor Show 2013. Supercar hybrid asal Inggris ini ditawarkan dalam bodi coupe dua pintu.
 
Bermesin bensis V8 twin turbo, atau mesin yang juga digunakan oleh McLaren MP4-12C tapu dalam konfigurasi yang berbeda. P1 menggunakan sistem motor listrik, dengan total output yang dihasilkan mencapai 903 HP dan torsi 978 Nm (722 lb- ft ).
(zwr)
17.36 | 0 komentar | Read More

Fiat-Chrysler Lakukan Perubahan Struktur

TURIN – Jajaran Direksi Fiat S.p.A (Fiat) menyetujui restrukturisasi, dengan mendirikan Fiat Chrysler Automobiles (FCA) sebagai perusahaan otomotif global yang terintegrasi.

 
Fiat sudah mengakuisisi seluruh saham Chrysler Group LLC, yang sebelumnya dimiliki oleh VEBA Trust. Jajaran Direksi Fiat melakukan revisi dan mempertimbangkan langkah restrukturisasi korporasi.
 
Agar terciptanya citra yang kuat diantara perusahaan otomotif global lainnya, dari segi modal maupun skala perusahaan, jajaran direksi telah mendirikan Fiat Chrysler Automobiles N.V, yang dibentuk di Belanda, sebagai perusahaan induk group. Saham umum FCA akan didaftarkan di New York dan Milan.
 
"Lembaran baru telah dimulai dengan didirikannya Fiat Chrysler Automobiles. Sebuah perjalanan yang dimulai lebih dari satu dekade yang lalu, Fiat telah berjuang untuk memajukan dirinya dalam pasar yang rumit, serta menyatukan dua perusahaan dengan sejarah otomotif yang kuat dan berbeda, namun memiliki kekuatan geografis yang sama. Dengan FCA kami akan menghadapi masa yang akan depan dengan tujuan baru dan penuh semangat," ujar John Elkann, Chairman, Fiat.
 
"Ini merupakan salah satu hari terpenting dalam karir saya di Fiat dan Chrysler. Lima tahun yang lalu kita menciptakan sebuah visi yang melebihi kerjasama industri dan menyatukan kedua perusahaan secara menyeluruh. Kita bekerja dengan gigih untuk menyatukan perbedaan dan menjadikannya kekuatan serta meruntuhkan hambatan kultural," jelas Sergio Marchionne, CEO Fiat dan Chairman/CEO Chrysler Group.
 
Dalam proposal yang telah disetujui oleh jajaran direksi Fiat, pemegang saham Fiat akan menerima satu saham FCA untuk setiap saham Fiat yang dimiliki. Saham FCA tersebut terdaftar di New York Stock Exchange (NYSE) dan di Mercato Telematico Azionario (MTA) di Milan.
(zwr)
17.36 | 0 komentar | Read More

1.009 Diler Suzuki Layani Korban Banjir

JAKARTA - Musibah banjir yang melanda sejumlah kota di Indonesia mengundang keprihatinan dari berbagai pihak. Hal ini mendorong pabrikan suzuki untuk memberikan pelayanan lebih kepada konsumen setianya yang menjadi korban banjir.

Sebagai wujud kepedulian akan musibah tersebut, PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua menggelar program Suzuki Service Campaign - Peduli Konsumen Banjir. Bekerjasama dengan jaringan bengkel resmi, Suzuki memberikan fasiitas Gratis Jasa Service dan perbaikan serta diskon suku cadang dan oli sebesar 20 persen.

Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung sejak 22 Januari 2014 hingga 2 Februari 2014 di 1.009 diler resmi Suzuki di seluruh Indonesia. Adapun target yang dibidik mencapai 7.063 unit.

Suzuki menyarankan konsumen yang terkena banjir, dapat langsung membawa sepeda motornya ke bengkel resmi terdekat pada periode kegiatan tersebut. Kegiatan ini berlaku untuk semua tipe motor Suzuki tanpa ada batasan tahun.

Dengan diadakannya program ini, PT. Suzuki Indomobil Sales berharap agar konsumen Suzuki yang terkena banjir dapat langsung mengunjungi bengkel resmi Suzuki terdekat untuk mendapatkan berbagai fasilitas yang ada sekaligus sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap konsumen. (ian)


10.36 | 0 komentar | Read More

Baju Baru, Bikin Honda Verza 150 Makin Sporty

JAKARTA -  PT Astra Honda Motor (AHM) memberi penyegaran pada tampilan motor sport low-end mereka, Verza 150. Honda memberikan varian warna dan desain stripe baru yang membuatnya kian tampil dinamis dan lebih berjiwa anak muda yang sporty.

"Penyegaran tampilan Honda Verza 150 merupakan upaya kami untuk terus memberikan nilai tambah bagi pecinta motor sport Honda di segmen entry level ini," jelas Direktur Pemasaran AHM Margono Tanuwijaya dalam keterangan resminya.

Selain menghadirkan warna putih yang saat ini sedang digandrungi, stripe baru Honda Verza 150 kini menampilkan garis-garis yang tajam yang terinspirasi dari motor besar Honda

Sebagai informasi, Honda Verza 150 dibekali mesin 150cc, 4-Langkah, SOHC, silinder tunggal, 5-Kecepatan dengan teknologi PGM-FI (Programmed Fuel Injection). Honda mengklaim Verza memiliki konsumsi bahan bakar 48 km/liter setelah melakukan pengujian menggunakan metode ECE R40.

Verza 150 memiliki posisi berkendara yang tegak dan ergonomis, serta didukung sistem suspensi ganda yang kuat dan tangguh sehingga mampu memberikan kenyamanan berkendara untuk menunjang aktifitas sehari-hari.

Honda menawarkan Verza 150 dengan harga yang terjangkau. Model spoke wheel (jari-jari) dilepas dengan banderol Rp16,7 juta. Sementara model casting wheel (palang) dipatok Rp17,55 jutaan.

Adapun warna yang ditawarkan untuk model velg jari-jari adalah Advanced White, Masculine Black dan Sporty Red. Sedangkan model velg palang memiliki empat warna diantaranya Advanced White, Masculine Black, Sporty Red dan Tough Silver. (ian)


10.36 | 0 komentar | Read More

Beli Cash Kawasaki ER6-n Bisa Terbang ke Malaysia

JAKARTA - PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) memberikan bonus kepada pelanggan yang membeli Kawasaki ER-6n dan Ninja 650. Penawaran yang ditawarkan cukup menggiurkan karena salah satunya adalah pergi ke Malaysia.

Section Head Sales & Promotion Department KMI, Liongoey Iskandar mengatakan bonus diberikan kepada pelanggan yang membeli secara kredit maupun tunai.

"Kami memberi penawaran bunga 0 (nol) persen untuk setiap pembelian ER-6 dan Ninja 650 selama preiode Februari-Maret 2014," katanya saat dijumpai Okezone di kantor KMI di Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Lebih lanjut Liongoey mengatakan bagi pelanggan yang membeli salah satu dari kedua model tersebut secara tunai berkesempatan ke Malaysia.

"Yang beli cash berkesempatan nonton Superbike langsung di Sepang, Malaysia. Semua akomodasi kami yang tanggung selama tiga hari dua malam. Ini berlaku untuk dua orang lho, periodenya mulai Februari sampai Maret 2014," urainya.

Sebagai informasi Kawasaki ER-6n dan Ninja 650 masing-masing ditawarkan dengan harga Rp102,5 juta dan Rp107 juta On the Road Jakarta. (ian)


10.36 | 0 komentar | Read More

Wuih, Ada Skuter Bermesin Diesel

NEW DELHI - Produsen sepeda motor India, Hero, membuat sebuah terobosan dengan menghadirkan skuter bermesin diesel. Motor ini diberi nama Hero RNT. Demikian seperti dilansir Motorbeam, Jumat (31/1/2014)

Hero RNT tidak hanya menggunakan mesin yang berbeda dengan skuter pada umumnya, desain bodinya juga sangat unik. Jika diperhatikan, spakbor depan dan belakang menyatu dengan bodi.

Tidak banyak memainkan warna. Skuter berkelir putih ini hanya dipadukan dengan jok berwarna merah. Meski terlihat kaki, velg palang yang diadopsi nampak modern.

Sebagai informasi, Hero RNT dibekali mesin diesel berkapasitas 150 cc berpendingin cairan yang dilengkapi turbocharged. Hero mengklaim skuternya ini memiliki torsi besar.

Berdasarkan spesifikasi resmi yang dikeluarkan, mesin RNT sanggup menghembuskan tenaga 13,5 BHP pada putaran 4.000 RPM dan torsi 35 Nm pada 1.600 RPM. Tenaga disalurkan ke roda belakang menggunakan transmisi 6 percepatan.

Motor dengan bobot 136 kg ini diklaim mampu berakselerasi dari 0-100 kpj dalam waktu 5 detik. (ian)


10.36 | 0 komentar | Read More

GT125 Push the Limit (II)

Written By Unknown on Kamis, 30 Januari 2014 | 17.36

JAKARTA – Matahari sesekali mengintip di ufuk timur sebagai tanda pagi sudah membentang menyambut Fly the Eagle di hari kedua. Kesejukan kota Bondowoso menambah kesegaran para Elang buat mengarungi tantangan di etape kedua yang lebih menantang.
 
Line up atau barisan Elang masih sama dengan 16 jurnalis didampingi dua blogger dan dua komunitas yang akan melakukan perjalanan sejauh 220 kilometer. Dan kali ini Yutaka Terada, Marketing Director Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), serta Marketing Operational Director YIMM Yuji Tokunaga, ikut ambil bagian di dalam perjalanan.
 
Okezone masih setia dengan Eagle Eye nomor 3 yang seakan sudah sehati. Berbekal pengalaman riding di hari pertama, kondisi berkendara di hari kedua ini tampaknya bakal lebih mudah, karena riders sudah mengenal karakter GT125.
 
Kecepatan rata-rata 50 km/jam kami pacu di aspal pedesaan yang relatif tidak terlalu bagus dan lebar. Sempat muncul pertanyaan di benak penguji kenapa rute keluar dari jalur utama. Jawabannya adalah kami akan memotong melalui Kawah Ijen, Gunung Ijen.
 
Hmm, perjalanan semakin menantang dimana rute didominasi dengan jalanan menanjak serta ragam tikungan dari yang landai sampai tikungan tajam. Tak mau terjatuh untuk kedua kalinya, Okezone ekstra hati-hati mengatur handling Eagle Eye sambil memilih jalan yang mulus untuk dilewati.
 
Butiran air sedikit demi sedikit mulai turun dari langit. Sebagian besar riders sudah mengenakan jas hujan agar tidak terlalu repot saat hujan turun. Suhu dingin juga langsung terasa menusuk sampai ke tulang, maklum perjalanan ini memang melewati pegunungan Ijen.
 
Tapi, inilah surga Indonesia. Hamparan hutan tropis dengan pohon yang menjulang tinggi menyapa para Elang. Kabut juga mulai turun menambah kesan eksotis dari perjalanan ini. Kembali GT125 Eagle Eye menunjukan keistimewaannya dimana sorot lampu jauh mampu menembus tebalnya kabut di Kawah Ijen.
 
"Turing GT125 ini menjamah kawasan Timur yang pemandangannya dikenal indah. Selama perjalanan ada beberapa obyek wisata memikat dan mengesankan yang dilewati. GT125 yang Gagah, Mewah, Nyaman, Bertenaga dengan mesin YMJet-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection) terbukti kehandalannya menempuh rute turing. Tanjakan direspon cepat oleh mesin GT125, perjalanan diterangi lampu dengan desain keren dan medan berliku dapat dilibas dengan baik dengan kelincahan khas GT125," jelas Eko Prabowo, GM Promotion & Community Development Yamaha Indonesia sambil mempromosikan keindahan alam di timur Jawa ini.
 
Sempat beristirahat di kawasan Kawah Ijen ini untuk sekedar membuang air kecil. Hujan turun semakin deras dan cuaca semakin dingin. Tak sedikit dari para Elang ini yang menggigil kedinginan, tapi tetap tak menyurutkan semangat melanjutkan perjalanan.
 
Indikator bahan bakar ada di posisi tengah, setelah diisi penuh di awal perjalanan. Dengan kapasitas tangki bahan bakar 3,8 liter dan berada di tengah gunung seperti ini, jelas adalah sebuah keuntungan, dimana kami tidak akan takut kehabisan bahan bakar. Konsumsi bahan bakar dari penghitungan kasar, jarak tempuh dibagi kapasitas tangki, menghasilkan angka sekira 43 km per liter.
 
Perjalanan kembali dilanjutkan tetap dengan cuaca hujan deras. Road captain sempat menginformasikan bahwa di depan kami akan dihadapkan dengan tanjakan dan turunan tajam. Benar saja, tanjakan dan turunan plus tikungan tajam dan jalanan yang kurang mulus harus kami lewati dengan ekstra hati-hati.
 
Akhirnya kami turun gunung dan menjejakan roda di Banyuwangi, tanpa ada insiden apapun. Tapi perjalanan ini benar-benar menguras fisik baik pengendara maupun tunggangan GT125. Para Elang harus benar-benar menekan sampai ke batas ketahanan tertinggi dalam perjalanan yang menantang ini.
 
Para Elang pun tiba di Ketapang Indah Hotel dan Resto, dimana bagi peserta Muslim dipersilahkan untuk menunaikan kewajiban sholat Jumat, dan dilanjutkan dengan makan siang. Rasa lelang sontak menguap setelah melihat Pulau Bali di depan mata, meski kaki masih menginjak Pulau Jawa, atau tepatnya di Ketapang, Banyuwangi.
 
Beberapa peserta memanfaatkan waktu istirahat ini untuk merebahkan badan sambil mengeringkan sepatu, jaket dan sarung tangan. Sekira pukul 13.00 WIB, Yamaha Indonesia memberikan bantuan berupa mesin Yamaha sebelum melanjutkan perjalanan.
 
Rombongan Eagle menuju pelabuhan Ketapang untuk menyeberang Selat Bali menuju Gilimanuk, menggunakan kapal laut. Perjalanan di kapal laut ini memang tidak terlalu lama, hanya sekira 30 menit. Tapi itu sudah cukup bagi kami untuk kembali beristirahat, sebelum mencapai Gilimanuk.


Tiba di Pulau Bali
Akhirnya para Elang ini sampai di pulau Bali tepatnya di pelabuhan Gilimanuk. Line-up kembali diatur dan perjalanan menuju Singaraja dimulai. Di sini kami juga disambut puluhan komunitas Yamaha Bali, yang siap mengawal perjalanan menuju garis finish.
 
Pulau Dewata terkenal dengan kontur aspal yang mulus, dan itu dimanfaatkan peserta buat menarik tuas gas lebih dalam. Hanya, cuaca masih hujan yang memaksa kami tetap meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara.
 
Tak lama berselang, atau tepatnya memasuki wilayah Kalibukbuk menuju Lovina, cuaca mulai bersahabat. Wilayah perairan Lovina adalah pantai yang terkenal dengan ikan sahabat manusia, lumba-lumba.
 
Setelah sekira tiga jam berkendara, rombongan akhirnya sampai di garis finish, tepatnya di Yamaha Maha Surya Singaraja. Para Elang mendapat sambutan meriah di garis finish, dan senyum lepas pun mengambang dari wajah para peserta touring Fly the Eagle.
 
"Lelah, dingin, capek, pegal. Tapi semuanya terbayarkan, dan kita bisa finish dengan selamat. Terima kasih buat Yamaha," tukas salah satu jurnalis yang menggeber GT125 nonstop dari Malang sampai Singaraja.
(zwr)


17.36 | 0 komentar | Read More

Tiga Masalah yang Mampu Diatasi Ecopia MPV-1

KARAWANG - PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN) melahirkan produk baru yang dinamakan Ecopia MPV-1. Bridgestone menyatakan Ecopia MPV-1 dibuat secara tepat untuk mengatasi tiga permasalahan umum utama pada kendaraan jenis MPV yang kurang menguntungkan bagi pengendaranya.

 
Adapun permasalahan pertama adalah MPV umumnya memiliki ground clearance lebih tinggi dibanding model lain seperti sedan yang mengakibatkan kurang stabil serta gampang kehilangan traksi pada saat menikung, pindah jalur atau bahkan pada kondisi jalanan yang bergelombang.
 
Kedua, ban yang sering habis tidak merata menjadi permasalahan yang umum terjadi pada kendaraan MPV dikarenakan beban mobil yang lebih berat serta tidak stabil. Hal ini terjadi karena posisi yang lebih tinggi dari titik tengah berat kendaraan.
 
Ketiga, konsumsi bahan bakar yang lebih banyak juga sering ditemukan pada jenis kendaraan ini dikarenakan membawa penumpang yang lebih banyak pada saat bepergian jarak jauh.
 
Dengan menggunakan MPV-1, Bridgestone mengklaim konsumsi bahan bakar kendaraan akan lebih hemat antara 2-3 persen. Bridgestone menyatakan ban ini telah disiapkan dalam beberapa tahun terakhir dengan mengadakan riset dan pengembangan mendalam pada bahan dasar dan produksi ban yang dihasilkan dari uji teknis lapangan dan tren perkembangan MPV di Indonesia.
 
Ban Ecopia MPV-1 tersedia dalam tiga ukuran umum mobil MPV: 185/70 R14, 185/65 R15 dan 205/65 R15. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp781.000 hingga Rp 1.009.000.
(zwr)
17.36 | 0 komentar | Read More

Ibrahimovic Jadi Bintang Iklan Volvo XC70

GOTEBORG - Striker Paris Saint-Germain, Zlatan Ibrahimovic ditunjuk sebagai bintang iklan dari model terbaru Volvo XC70. Ditunjuknya pesepakbola 32 tahun itu sebagai bukan tanpa alasan, Ibra dinilai memiliki ketangguhan dan nama besar seperti layaknya Volvo sebagai pabrikan asli Swedia.

"Swedia adalah rumah kami, Gunung, hutan yang luas, jarak yang jauh, matahari, hujan, gelap, salju dan es. Ini mengilhami dan menantang kami saat mengembangkan sebuah kendaraan. Padang gurun Swedia adalah warisan dan kami menemukan kekuatan kami disini. Sama seperti Zlatan Ibrahimovic. Ini merupakan perayaan tanah kelahiran kami," pesan Volvo dalam iklan terbarunya. Demikian seperti dilansir Rushlane, Kamis (30/1/2014).

Untuk diketahui, mobil ini memiliki fitur-fitur unggulan salah satunya Sensus Connected Touch. Kecanggihan fitur ini dapat dinikmati lewat layar tujuh inci yang tertanam di dasbor tengah.

Fitur ini selain bisa terhubung dengan internet, penghuni mobil juga bisa menikmati radio, Google Maps, dan browsing. Selain itu lewat fitur ini pengemudi akan mendapatkan informasi seputar tempat parkir, kondisi lalulintas dan cuaca. Menariknya menu browsing tidak dapat digunakan saat berkendara karena alasan keselamatan.

Sebagai informasi, Volvo XC70 ditawarkan dalam dua tipe jantung mekanis yakni naturally aspirated 3.2-liter straight-six dan 3.0-liter straight-six dengan turbocharged. (ian)


17.36 | 0 komentar | Read More

Harga Picanto Morning Beda Tipis dengan Mobil Murah

JAKARTA – Kia Mobil Indonesia (KMI) sudah siap untuk meluncurkan mobil entry levelnya, Picanto Morning di triwulan kedua di tahun ini. Picanto Morning akan langsung berhadapan dengan produk Low Cost Green Car (LCGC) yang dimiliki pabrikan lain.

 
Picanto Morning ini diposisikan berada di bawah Picanto. Kia menyebutnya akan berada di segmen low city car, yang memang pada segmen ini sudah diisi oleh produk-produk mobil murah.
 
"Segmen LCGC ini membentuk satu segmen tersendiri yang berada di bawah city car. Ini yang akan dimasuki oleh Picanto Morning, tapi kita tidak ikut bermain di dalam LCGC," jelas Direktur Pemasaran KMI, Hartanto Sukmono, kepada wartawan, Rabu (29/1/2014), di Jakarta.
 
Hartanto memastikan, bahwa harga Picanto Morning akan berada di bawah Picanto saat ini. Tapi, dirinya belum bisa menyebutkan angka pasti berapa Picanto Morning ini akan dijual ke pasar Indonesia.
 
"Harga yang pasti di bawah Picanto sekarang. Analoginya begini, bila LCGC juga dikenakan pajak, maka harga Picanto Morning bisa lebih murah," tutup Hartanto.
(zwr)
10.36 | 0 komentar | Read More

GT125 Push the Limit (I)

JAKARTA – Rasa lelah sontak menguap setelah melihat Pulau Bali di depan mata, meski kaki masih menginjak Pulau Jawa, atau tepatnya di Ketapang, Banyuwangi. Ini menjadi salah satu dari banyak cerita menarik di perjalanan media touring Yamaha GT125 bertajuk Fly the Eagle.

 
Menembus batas itulah analogi yang kira-kira tepat buat menggambarkan perjalanan touring Yamaha GT125 ini. Perjalanan panjang dilakukan dari Malang, Jawa Timur, menuju Singaraja, Bali. Banyak tantangan yang dihadapi di perjalanan kali ini, mulai dari kontur jalan sampai dengan cuaca hujan dan suhu dingin yang harus dihadapi para Elang.
 
Kali ini, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengajak 16 jurnalis media nasional, dua blogger dan dua komunitas menggeber Yamaha GT125 Eagle Eye. Touring ini menyapa kawasan Timur pulau Jawa. Perjalanan dilakukan selama dua hari, Kamis 23 Januari 2014 sampai dengan Jumat 24 Januari 2014.
 
Malang, Jatim menjadi kota pertama dimana perjalanan panjang akan dimulai. Di kota sejuk ini, bendera start dikibarkan dari diler Yamaha Belimbing Motor, menuju kota Lumajang. Okezone mendapatkan Eagle Eye nomor 3, yang akan menjadi teman andalan selama perjalanan panjang ini.
 
Sambil melakukan persiapan, mata coba mengamati apa saja yang menarik dari kasta tertinggi di GT-series World ini. GT125 adalah raja matik milik Yamaha, maka banyak yang istimewa dari sang elang ini. Ciri khusus yang langsung mengena tentu saja lampu depan Eagle Eye, lalu ada sirip hiu dan emblem tiga dimensi. Bodi sporty dan paling ramping serta ringan di kelasnya. Sempat penasaran dengan kapasitas bagasi, ternyata masuk helm half face, dan barang lain yang diperlukan pengendara kaum urban.
 
"Bagasi kami memang tidak seluas kompetitor. Bukannya kami tidak memikirkan itu, tapi Yamaha tidak mau mengorbankan kesan sporty dan kerampingan motor demi bagasi yang besar. Coba lihat desain bodi GT125, masih tetap sporty dan ramping kan," tegas Eko Prabowo, GM Promotion and Community Development YIMM, saat dikonfirmasi terkait masalah kapasitas bagasi.
 
Oh ya, membuka jok GT 125 tidak perlu repot dengan mencabut kunci. Cukup dengan memutarnya sedikit ke kiri, maka jok akan terbuka dengan otomatis, praktis kan. Ada dua kompartemen kecil di bawah setang. Cukup untuk buat menempatkan botol minuman atau sarung tangan. Spion didesain sporty dengan ujung yang melancip, dan panel instrument juga cukup lengkap dan informatif
 
Puas memandang sang Mata Elang, semua perlengkapan berkendara sudah menempel di badan. Bendera start pun diangkat tinggi-tinggi di halaman diler Yamaha Belimbing Motor, Malang. Mendapat kawalan dari petugas kepolisian, rombongan touring tidak merasakan padatnya lalu lintas di kota Malang, sampai menuju jalanan pedesaan yang relatif sepi.
 
Kesan pertama soal posisi berkendara GT125 adalah nyaman! Matik ini rasanya pas untuk dibawa harian. Yamaha dikenal memiliki sasis yang ergonomi dengan handling yang paling mantap. Jok juga terbilang empuk, dengan suspensi yang empuk tapi stabil.
 
Dari Malang menuju kota Lumajang, rombongan Elang akan melewati Jembatan Piket Nol. Ini merupakan puncak tertinggi di perjalanan Malang-Lumajang melewati jalur selatan, dengan menembus lereng selatan dari Gunung Semeru. Bagaimana kondisi treknya? New GT125 langsung dihadapkan dengan kondisi jalan menanjak, turunan, dan berkelok, menembus lebatnya hutan tropis yang bisa dijumpai di sini.
 
Ini ujian pertama buat mesin 125cc, empat tak, SOHC dua klep berpendingin cair. Pasokan bahan bakar diolah dengan YMJet-FI, dengan fitur unggulan forged piston dan silinder DiASil. Putaran atas sangat mumpuni, dengan daya mencapai 11,3 dk pada torsi puncak 9.000 RPM.
 
Pada etape pertama ini cuaca pun relatif bersahabat, dimana matahari tertutup awan. Rombongan tanpa kendala berarti melakukan perjalanan sekira dua jam, sebelum akhirnya tiba beristirahat beberapa saat di Piket Nol.
 
Hujan mulai turun di wilayah Lumajang, dan hujan memang menjadi tantangan terbesar para Elang dalam melakukan perjalanan panjang ini. Panitia sudah menyediakan jas hujan guna mengantisipasi cuaca yang anomali.
 
Perjalanan menuju Kota Pisang pun dilanjutkan, dengan cuaca hujan deras dan kondisi jalan yang basah dan licin. Okezone bahkan sempat terjatuh karena kondisi jalan yang basah dan berpasir, beruntung tidak mendapatkan cedera apapun. Setelah mendapat perawatan dari tim medis dan tunggangan juga dinyatakan tidak mengalami kerusakan, akhirnya diizinkan riding kembali. Pada etape pertama ini disempatkan untuk makan siang di diler Yamaha Duta Lumajang.
 
Usai sekedar meluruskan badan dan kembali mengisi tenaga, rombongan kembali bergerak menuju kota Jember. Dan hujan kembali menghadang para Elang di perjalanan ini. Ruas jalan yang dilalui menuju Jember terbilang datar dan lurus. Inilah saatnya untuk memacu GT125 dengan kecepatan di atas rata-rata namun masih dalam batas aman.
 
Sedikit banyak ada lubang di jalanan, dan rider harus bisa bermanuver cepat menghindari penyakit aspal tersebut. Di sini handling Eagle Eye bisa menjawab dengan sempurna. Motor seakan nurut diajak bermanuver buat menghindari lubang dengan aman.
 
Titik peristirahatan di kota Jember ini berlokasi di Sentral Yamaha Jember. Rombongan Elang ini disambut meriah di diler terbesar di Jember ini. GT125 yang digunakan peserta, dibariskan rapi di atas panggung yang ada di depan diler. Jember bukan kota terakhir dari etape pertama ini, dimana para Elang masih akan melanjutkan perjalanan menuju Bondowoso.
 
Di bawah guyuran hujan deras sore menjelang malam, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Bondowoso. Ini adalah saat yang tepat buat melihat sorot tajam dari Eagle Eye, dengan kondisi hujan menjelang malam. Hasilnya juga memuaskan, riders tidak kesulitan mencari jalan karena cahaya yang tersedia terbilang terang. Kesan bulat di lampu belakang juga menjadi ciri khas tersendiri dari Eagle Eye.
 
Etape pertama pun bisa kami selesaikan dengan baik, dan rombongan Elang ini mengakhiri perjalanan di hari pertama ini dengan finish di Ijen View Hotel, usai melibas jarak tempuh sejauh 230 kilometer. Sebuah hotel sederhana namun nyaman di kota Bondowoso ini kami akan bermalam, untuk melanjutkan perjalanan besok hari menuju kota Banyuwangi. Bersambung.
(zwr)
10.36 | 0 komentar | Read More

GT125 Push the Limit (II)

JAKARTA – Matahari sesekali mengintip di ufuk timur sebagai tanda pagi sudah membentang menyambut Fly the Eagle di hari kedua. Kesejukan kota Bondowoso menambah kesegaran para Elang buat mengarungi tantangan di etape kedua yang lebih menantang.
 
Line up atau barisan Elang masih sama dengan 16 jurnalis didampingi dua blogger dan dua komunitas yang akan melakukan perjalanan sejauh 220 kilometer. Dan kali ini Yutaka Terada, Marketing Director Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), serta Marketing Operational Director YIMM Yuji Tokunaga, ikut ambil bagian di dalam perjalanan.
 
Okezone masih setia dengan Eagle Eye nomor 3 yang seakan sudah sehati. Berbekal pengalaman riding di hari pertama, kondisi berkendara di hari kedua ini tampaknya bakal lebih mudah, karena riders sudah mengenal karakter GT125.
 
Kecepatan rata-rata 50 km/jam kami pacu di aspal pedesaan yang relatif tidak terlalu bagus dan lebar. Sempat muncul pertanyaan di benak penguji kenapa rute keluar dari jalur utama. Jawabannya adalah kami akan memotong melalui Kawah Ijen, Gunung Ijen.
 
Hmm, perjalanan semakin menantang dimana rute didominasi dengan jalanan menanjak serta ragam tikungan dari yang landai sampai tikungan tajam. Tak mau terjatuh untuk kedua kalinya, Okezone ekstra hati-hati mengatur handling Eagle Eye sambil memilih jalan yang mulus untuk dilewati.
 
Butiran air sedikit demi sedikit mulai turun dari langit. Sebagian besar riders sudah mengenakan jas hujan agar tidak terlalu repot saat hujan turun. Suhu dingin juga langsung terasa menusuk sampai ke tulang, maklum perjalanan ini memang melewati pegunungan Ijen.
 
Tapi, inilah surga Indonesia. Hamparan hutan tropis dengan pohon yang menjulang tinggi menyapa para Elang. Kabut juga mulai turun menambah kesan eksotis dari perjalanan ini. Kembali GT125 Eagle Eye menunjukan keistimewaannya dimana sorot lampu jauh mampu menembus tebalnya kabut di Kawah Ijen.
 
"Turing GT125 ini menjamah kawasan Timur yang pemandangannya dikenal indah. Selama perjalanan ada beberapa obyek wisata memikat dan mengesankan yang dilewati. GT125 yang Gagah, Mewah, Nyaman, Bertenaga dengan mesin YMJet-FI (Yamaha Mixture Jet-Fuel Injection) terbukti kehandalannya menempuh rute turing. Tanjakan direspon cepat oleh mesin GT125, perjalanan diterangi lampu dengan desain keren dan medan berliku dapat dilibas dengan baik dengan kelincahan khas GT125," jelas Eko Prabowo, GM Promotion & Community Development Yamaha Indonesia sambil mempromosikan keindahan alam di timur Jawa ini.
 
Sempat beristirahat di kawasan Kawah Ijen ini untuk sekedar membuang air kecil. Hujan turun semakin deras dan cuaca semakin dingin. Tak sedikit dari para Elang ini yang menggigil kedinginan, tapi tetap tak menyurutkan semangat melanjutkan perjalanan.
 
Indikator bahan bakar ada di posisi tengah, setelah diisi penuh di awal perjalanan. Dengan kapasitas tangki bahan bakar 3,8 liter dan berada di tengah gunung seperti ini, jelas adalah sebuah keuntungan, dimana kami tidak akan takut kehabisan bahan bakar. Konsumsi bahan bakar dari penghitungan kasar, jarak tempuh dibagi kapasitas tangki, menghasilkan angka sekira 43 km per liter.
 
Perjalanan kembali dilanjutkan tetap dengan cuaca hujan deras. Road captain sempat menginformasikan bahwa di depan kami akan dihadapkan dengan tanjakan dan turunan tajam. Benar saja, tanjakan dan turunan plus tikungan tajam dan jalanan yang kurang mulus harus kami lewati dengan ekstra hati-hati.
 
Akhirnya kami turun gunung dan menjejakan roda di Banyuwangi, tanpa ada insiden apapun. Tapi perjalanan ini benar-benar menguras fisik baik pengendara maupun tunggangan GT125. Para Elang harus benar-benar menekan sampai ke batas ketahanan tertinggi dalam perjalanan yang menantang ini.
 
Para Elang pun tiba di Ketapang Indah Hotel dan Resto, dimana bagi peserta Muslim dipersilahkan untuk menunaikan kewajiban sholat Jumat, dan dilanjutkan dengan makan siang. Rasa lelang sontak menguap setelah melihat Pulau Bali di depan mata, meski kaki masih menginjak Pulau Jawa, atau tepatnya di Ketapang, Banyuwangi.
 
Beberapa peserta memanfaatkan waktu istirahat ini untuk merebahkan badan sambil mengeringkan sepatu, jaket dan sarung tangan. Sekira pukul 13.00 WIB, Yamaha Indonesia memberikan bantuan berupa mesin Yamaha sebelum melanjutkan perjalanan.
 
Rombongan Eagle menuju pelabuhan Ketapang untuk menyeberang Selat Bali menuju Gilimanuk, menggunakan kapal laut. Perjalanan di kapal laut ini memang tidak terlalu lama, hanya sekira 30 menit. Tapi itu sudah cukup bagi kami untuk kembali beristirahat, sebelum mencapai Gilimanuk.


Tiba di Pulau Bali
Akhirnya para Elang ini sampai di pulau Bali tepatnya di pelabuhan Gilimanuk. Line-up kembali diatur dan perjalanan menuju Singaraja dimulai. Di sini kami juga disambut puluhan komunitas Yamaha Bali, yang siap mengawal perjalanan menuju garis finish.
 
Pulau Dewata terkenal dengan kontur aspal yang mulus, dan itu dimanfaatkan peserta buat menarik tuas gas lebih dalam. Hanya, cuaca masih hujan yang memaksa kami tetap meningkatkan kewaspadaan dalam berkendara.
 
Tak lama berselang, atau tepatnya memasuki wilayah Kalibukbuk menuju Lovina, cuaca mulai bersahabat. Wilayah perairan Lovina adalah pantai yang terkenal dengan ikan sahabat manusia, lumba-lumba.
 
Setelah sekira tiga jam berkendara, rombongan akhirnya sampai di garis finish, tepatnya di Yamaha Maha Surya Singaraja. Para Elang mendapat sambutan meriah di garis finish, dan senyum lepas pun mengambang dari wajah para peserta touring Fly the Eagle.
 
"Lelah, dingin, capek, pegal. Tapi semuanya terbayarkan, dan kita bisa finish dengan selamat. Terima kasih buat Yamaha," tukas salah satu jurnalis yang menggeber GT125 nonstop dari Malang sampai Singaraja.
(zwr)


10.36 | 0 komentar | Read More

Bridgestone Lahirkan Ban Khusus MPV

Written By Unknown on Rabu, 29 Januari 2014 | 17.36

KARAWANG - Pertumbuhan kendaraan penumpang jenis multi-purpose vehicle (MPV) di pasar nasional yang terus meningkat mendorong PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN) untuk meluncurkan produk terbaru khusus untuk kendaraan jenis ini. Peluncuran berlangsung di Proving Ground Bridgestone di Karawang, Jawa Barat.

 
Berdasarkan data yang Bridgestone miliki, MPV menjadi kendaraan dengan tingkat populasi yang tinggi. MPV menguasai pasar sebanyak 70 persen dari seluruh kendaraan penumpang yang ada di Indonesia. Oleh karena itu Bridgestone muluncurkan Ecopia MPV-1 yang khusus diciptakan untuk MPV yang dipasarkan di pasar nasional.
 
"Sebelumnya kami telah meluncurkan Ecopia EP150 yang juga bisa digunakan bagi kendaraan jenis MPV. Penjualan Ecopia EP150 pada tahun lalu mencapai 1 juta unit. Banyak konsumen kami yang puas dengan ban Ecopia EP150 oleh karena itu kami luncurkan Ecopia MPV1 yang secara khusus dikembangkan untuk khusus untuk kendaraan MPV di Indonesia." terang Tomoya Sano, Managing Director BSIN.
 
Lebih lanjut Sano mengatakan, Ecopia merupakan produk ban yang memberikan nilai tambah besar bagi para konsumen seperti hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.
 
"Hemat bahan bakar artinya lebih sedikit biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan bakar, sementara ramah lingkungan artinya hambatan gulir yang rendah sehingga mengurangi emisi gas buang CO2." katanya.
 
Ban Ecopia MPV-1 tersedia dalam tiga ukuran umum mobil MPV: 185/70 R14, 185/65 R15 dan 205/65 R15. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp781.000 hingga Rp 1.009.000.
(zwr)
17.36 | 0 komentar | Read More

Ecopia MPV-1 Dibuat Khusus untuk MPV Indonesia

JAKARTA - PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN) resmi meluncurkan Ecopia MPV-1 yang disiapkan khusus untuk kendaraan jenis multi-purpose vehicle (MPV) yang dipasarkan di pasar nasional. Tingginya populasi MPV menjadi salah satu alasan ban ini diluncurkan.
 
"Produk ini didesain khusus untuk pasar Indonesia saja namun pengembangannya langsung dari Jepang. Bridgestone mengembangankan ban ini secara khusus untuk memuaskan pengguna ban ini," terang Tomoya Sano, Managing Director BSIN di Proving Ground Bridgestone, Karawang, Jawa Barat, Rabu (29/1/2014).
 
Bridgestone mengklaim Ecopia MPV-1 merupakan ban pertama di Indonesia yang ditawarkan khusus untuk MPV yang dipasarkan di Tanah Air. "Kita pionir disini karena belum ada yang benar-benar menyatakan punya ban khusus MPV," kata Eko Supriyatin, Product Planning Manager BSIN.
 
Technical Service Department Manager BSIN, Jang Taeck Soo mengatakan Ecopia MPV-1 diciptakan sesuai dengan karakteristik jalanan di Indonesia namun dikembangkan menggunakan teknologi Jepang.
 
"Kami telah kembangkan ban ini berdasarkan teknologi jepang dan sesuai dengan standar nasional Indonesia, ban ini juga sudah teruji kemampuannya untuk kondisi jalan Indonesia. Jadi untuk tingkat keamanan dan kekuatan ban ini sudah teruji," jelasnya di tempat yang sama.
 
Sebagai informasi, Bridgestone Ecopia MPV-1 tersedia dalam tiga ukuran umum mobil MPV: 185/70 R14, 185/65 R15 dan 205/65 R15. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp781.000 hingga Rp 1.009.000.
(zwr)


17.36 | 0 komentar | Read More

Sportage Facelift Keluar April di Indonesia

JAKARTA – Selain Kia Picanto Morning, Kia Mobil Indonesia (KMI) juga memiliki varian lain yang siap diluncurkan pada 2014 ini.

 
Adalah Sportage sebagai model SUV Kia yang akan mengalami proses penyegaran. New Kia Sportage ini akan meluncur April mendatang.
 
"Selain Picanto Morning, kami juga memiliki model facelift buat Sportage. April nanti akan kami perkenalkan," jelas Direktur Pemasaran KMI, Hartanto Sukmono kepada wartawan, Rabu (29/1/2014).
 
Kia Mobil Indonesia sebelumnya sudah beberapa kali memperkenalkan model-model baru dari Sportage. Pada 2013 lalu Kia menghadirkan Sportage EX, yang melengkapi line-up Sportage lainnya seperti Sportage LX dan Sportage Platinum.
 
Hartanto masih belum menginformasikan model apa lagi yang akan diluncurkan di tahun ini. Ketika ditanya apakah Kia Rio juga akan mendapat penyegaran, dia hanya tersenyum. "Belum bisa diinformasikan sekarang kalau yang lain," tutupnya.
(zwr)
17.36 | 0 komentar | Read More

Bridgestone Yakin Ecopia MPV-1 Bakal Laris

JAKARTA - PT Bridgestone Tire Indonesia (BSIN) melahirkan Ecopia MPV-1 yang ditujukan khusus untuk kendaraan penumpang jenis multi-purpose vehicle (MPV). Padahal sebelumnya, pabrikan ban asal Jepang itu memiliki varian lain yang juga bisa digunakan oleh kendaraan MPV yakni Ecopia EP150.

Melihat kondisi ini, Bridgestone Indonesia tidak merisaukan kedua produknya tersebut akan saling memakan satu sama lainnya. Ecopia MPV-1 dinilai diciptakan khusus buat MPV, oleh karena itu pengguna MPV akan lebih memilihnya.

"Tahun lalu saat kami luncurkan EP150 dan sangat luar biasa responnya. Model ini kami keluarkan untuk karakter MPV yang ada di Indonesia. Jadi ini bener2 khusus untuk MPV. Kami yakin ini tidak akan memakan pasar EP150," Franky Paduli, Asisten Direktur Sales dan Marketing di Proving Ground Bridgestone, Karawang, Jawa Barat, Rabu (29/1/2014).

"Untuk MPV-1 targetnya kami optimis menjual sebanyak-banyaknya. Untuk angkanya sendiri baru bisa dilihat di akhir tahun nanti," sambungnya lagi.

Sementara itu, Tomoya Sano, Managing Director BSIN mengatakan Ecopia merupakan produk ban yang memberikan nilai tambah besar bagi para konsumen seperti hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Dan untuk Ecopia MPV-1 diklaim mampu membuat kendaraan lebih irit bahan bakar dibanding Ecopia EP150. "3-5 persen lebih hemat tergantung cara bawanya," kata Technical Service Department Manager BSIN, Jang Taeck Soo.

Ban Ecopia MPV-1 tersedia dalam tiga ukuran umum mobil MPV: 185/70 R14, 185/65 R15 dan 205/65 R15. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp781.000 hingga Rp 1.009.000.


17.36 | 0 komentar | Read More

Honda MegaPro Berjiwa Petualang Nih

JAKARTA - Honda Megapro FI telah resmi dirilis PT Astra Honda Motor (AHM). Model baru ini tampil lebih segar dengan teknologi yang diklaim mampu membuat konsumsi bahan bakarnya menjadi lebih irit.

Honda MegaPro memiliki tampang yang macho serta kemampuan mesin yang mumpuni untuk diajak bepergian jauh. Maka tidak heran motor sport andalan pabrikan sayap tunggal tersebut menjadi idola bagi pegiat touring.

Model dasarnya yang nampak kekar maka tidak sulit untuk memodifikasi motor ini bergaya adventure. Setidaknya itu yang coba diperlihatkan Honda MegaPro FI garapan Baru Motor Sport (BMS) yang ditampilkan saat peluncuran New MegaPro FI di Senayan, Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam modifikasi kali ini BMS tidak banyak bermain warna. Hanya satu warna yang digunakan dipadu dengan cutting sticker berkelir oranye.

Rumah modifikasi yang bermarkas di Palmerah, Jakarta Barat itu lebih menitikberatkan ubahan pada sektor kaki-kaki. Agar MegaPro nampak kokoh dipasanglah kaki-kaki ex-moge (motor gede). Posturnya pun menjadi lebih jangkung.

Suspensi depan motor ini tidak lagi memakai model teleskopik bawaan pabrik melainkan upside down lansiran Equinox. Sementara swingarm dan monoshock mengadopsi milik CBR600.

Velg asli Honda CBR yang terpasang di roda depan dan belakang dibalut ban Shinko yang kembanganannya cocok untuk jalan aspal dan juga bisa digunakan saat melibas medan off-road ringan.

Setelah rampung merombak sektor kaki-kaki, BMS yang digawangi Ariawan Wijaya ini fokus mendongkrak tampilan motor penjelajah pada MegaPro FI.

Mulai dari bagian kepala. Lampu utama motor ini kini mengadopsi model projector. Selain itu windshield kecil yang dicomot dari Honda CS1 menghiasi mahkota MegaPro FI.

Setang probiker yang diberi pelindung tangan Acesbis dipercaya sebagai alat kemudi motor sport seharga Rp20.45 juta tersebut. Ari -sapaan akrab Ariawan Wijaya- juga menyematkan tempat untuk meletakan GPS (Global Positioning System) sebagai salah satu piranti wajib para petualang.

Sebagai motor penjelajah, tentu banyak perlengkapan yang akan dibawa. Agar tidak memberatkan si pengendara maka disiapkan alat penampungan berupa side boks GIVI V35. Motor ini makin sangar kala knalpot standar digusur dan digantikan oleh Yoshimura USA.

Melengkapi gaya adventure yang diusung, BMS memasang cover engine dan cover turbular yang dibuat sendiri. Kabar yang Okezone peroleh, sekira Rp45 juta digelontorkan AHM untuk mewujudkan MegaPro berjiwa petualang ini.

Spesifikasi:
Suspensi depan: Upside Down Equinox
Velg depan: CBR 250 3.5x17
Velg belakang: CBR 250 4.5x17
Ban depan: Shinko 13080-17
Ban belakang: Shinko 16070-17
Swingarm: CBR600 2012
Monoshock: CBR600 2012
Box: Givi v35
Setang: Probiker
Master rem: Nissin
Knalpot: Yoshimura USA
Handgrip: KTC
Handguard: Acerbis
Body+paint: BMS
Lampu depan: Projector 9 Power
Winshield: CS1
Disk depan: KTC
Jalu paddock: CNC Racing
Tutup tangki driven: CBR1000
Jok: MB-tech
Cover engine: BMS
Tubular cover: BMS. (ian)


10.36 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger